4 Matahari Muncul di China
Fenomena Alam munculnya 4 matahari di cina menghobokan masyarakat negri tirai bambu, hla ini terlihat dalam video munculnya 4 matahari di bawah, tidak masuk akal matahari bisa muncul 4 apakah benar pemberitaan tentang kemunculan empat buah matahari di langit china? jawabannya kita telisik bersama.
Dalam sebuah portal berita di terangkan bahwa terlihatnya empat matahari di china secara bersamaan adalah fenomena atmosferik yang telah dikenal dengan baik di dunia sains. Nama fenomena itu adalah Sun Dog yang terlihat bersamaan dengan Parhelic Circle. dikatakan kemunculan matahari 4 buah di china tersebut merupalan fenomena alam yang jarang terjadi di alam ini.
Hal itu ditegaskan oleh Thomas Djamaludin, peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat dihubungi pada Rabu (25/8) ini. Kejadian ini, ujar Thomas, disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh kristal es. Biasanya muncul di arah ufuk di mana matahari terbit belum terlalu jauh dari horizon atau kaki langit. Ketentuannya, di sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya. Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu halo dan sun dog."
Tanda apakah ini setelah beberapa hari terjadi penomena alam kutub utara mencair kemudian jatuhnya meteor di cirebon dan tsunami matahari, bagi anda umat muslim hal ini patut di pikirkan dan di tafakuran bahwa alloh Subhanahu wa Ta'ala Maha Besar dan kita harus selalu berlindung kepadanya.
Senin, 17 November 2014
0
komentar
Ketimbang mempersiapkan payung atau alat pelindung lain, para pakar malah menyarankan untuk mempersiapkan senter. Kenapa? Karena, badai yang dimaksud bukan berupa angin kencang, melainkan kekuatan radiasi yang berasal dari Matahari.
Menurut para pakar di Space Weather Prediction Center seperti dikutip dari CNN, efek yang ditimbulkan dari badai tersebut bakal berupa radiasi. Efek radiasi itu tidak membahayakan manusia, tapi mungkin menganggu beragam sumber daya energi sehingga mampu mengacaukan GPS dan komunikasi radio dan satelit. Saat terakhir kali menuju Bumi pada 1989, badai matahari sempat memutuskan aliran listrik di seluruh Provinsi Quebec, Kanada,
Menurut para pakar, badai yang dihasilkan dari dua proses di Matahari itu akan tiba pada Sabtu, 13 September 2014, berupa geomagnetik yang terbilang kuat. Adapun operator satelit diminta dapat menonaktifkan sensor sensitif pada satelit untuk mengurangi risiko untuk smartphone dan koneksi wi-
Dikutip dari Daily Mail (28/10), teleskop luar angkasa NASA, Hubble, baru-baru ini menangkap gambar yang tidak biasa di permukaan planet Jupiter. Cukup seram memang, tetapi gambar tersebut memperlihatkan jika Jupiter mempunyai mata yang tengah melihat langsung ke arah teleskop Hubble.
Apakah itu foto hasil edit? Tentu saja bukan. Mata misterius raksasa itu ternyata terbentuk akibat bayangan dari salah satu satelit Jupiter yang kebetulan lewat dan nampak di permukaan planet gas itu. Uniknya, bayangan tersebut terletak tepat di atas bintik merah raksasa Jupiter saat NASA mengabadikannya.
Seperti yang kita tahu, bintik merah raksasa Jupiter sejatinya adalah sebuah badai raksasa berukuran 10.000 mil atau 16 ribu kilometer lebih. Badai ini sendiri sudah diamati oleh ilmuwan sejak 150 tahun silam.
Melihat foto unik itu, NASA lantas mengibaratkan Jupiter sebagai salah satu makhluk mitos Yunani bermata satu, Cyclops.
"Sekilas, Jupiter seakan-akan menatap balik ke arah teleskop Hubble, seperti sebuah raksasa bermata satu Cyclops," ungkap NASA.
NASA juga menyatakan bila mereka tidak sengaja mengabadikan gambar tersebut saat tengah melakukan penelitian terhadap bintik merah raksasa Jupiter. NASA memang tengah penasaran mengapa belakangan ini ukuran dari bintik itu semakin mengecil. Bintik merah Jupiter sebelumnya diketahui sering berubah-ubah ukurannya, tetapi tidak pernah sekecil saat ini.
Lalu, tepat pada tanggal 21 April 2014 lalu bayangan dari salah satu bulan Jupiter, Ganymede, muncul dengan tiba-tiba. Hal itu membuat Jupiter seolah-olah mempunyai mata.
Senin, 10 November 2014
0
komentar
Stasiun televisi CNN melaporkan, Rabu (29/10), ledakan itu terdengar hingga pesisir pantai Negara Bagian Virginia. Beberapa saksi mata mengatakan roket meledak sekitar enam detik saja setelah meluncur namun stasiun televisi NASA mencatat roket itu meledak 16 detik setelah lepas landas.
NASA mengatakan bakal menggelar penyelidikan soal kasus peledakan ini. Dugaan kuat ada salah satu perangkat yang kurang tepat terpasang.
Pecahan roket dan pesawat setara Rp 4 triliun itu jatuh ke tanah. Para jurnalis menyaksikan peristiwa itu mengatakan tanah bergetar saat ledakan terjadi.
Produsen roket tersebut, Orbital Sciences, tengah menyelidiki kenapa roket senilai USD 1,9 miliar (setara Rp 4 triliun) itu begitu gampang hancur hanya enam detik setelah diluncurkan.
Walau masih terlalu dini, muncul dugaan kegagalan sistem akibat kualitas komponen yang buruk. Wakil Direktur Umum Orbital Frank Culbertson mengaku dapat informasi kalau salah satu perangkat keras di roket tersebut menggunakan onderdil bekas asal Uni Soviet.
"Masih belum kita simpulkan apakah mesin berpengaruh atas insiden ini. Tapi kami akan coba selidiki kemungkinan (faktor onderdil bekas)," ujarnya seperti dilansir Stasiun Televisi Fox News, Kamis (30/10).
Dugaan lainnya, komponen bekas itu tidak ada masalah. Tapi pemasangannya saja yang kurang tepat. Mesin wahana antariksa itu, merujuk data Orbital, menggunakan varian AJ26. Mesin ini adalah modifikasi atas roket NK-33 bikinan Soviet yang digunakan sejak 1970-an.
Sejauh ini, Culbertson masih meyakini roket yang dibikin anak buahnya laik digunakan oleh NASA. "Mesin ini dulu dirancang untuk mengantarkan Kosmonot Soviet ke bulan. Memang kemudian dimodifikasi supaya sesuai dengan sistem antariksa AS. Tapi sejauh yang saya tahu kondisinya bagus, tangguh, dan teruji walaupun berumur," tandasnya.
Gara-gara isu barang bekas Soviet itu, muncul kritik dari ilmuwan sayap kanan Negeri Paman Sam. Salah satunya adalah Direktur Lembaga Riset Explore Mars Chris Carberry.
Dia menyebut meledaknya Antares adalah bukti Amerika tidak boleh menggantungkan diri pada teknologi asing. Baik NASA maupun Angkatan Udara Amerika selama ini cukup rajin mengimpor komponen roket dari Rusia.
"Sudah bagus sekarang impor komponen teknologi dirgantara kita dari Rusia berkurang karena ada konflik di Ukraina. Karena kita memang sebaiknya mandiri," kata Carberry.
Ternyata mesin roket Antares yang meledak kemarin adalah mesin roket bekas buatan Kuznetsov, sebuah perusahaan teknologi asal Rusia. Oleh sebab itu, saat banyak media mulai mengaitkan Kuznetsov dengan ledakan roket itu, Kuznetsov akhirnya melakukan klarifikasi.
Dikutip dari Mashable (29/10), Kuznetsov menyatakan bila kerusakan roket yang berujung pada kecelakaan dahsyat itu bukan menjadi kesalahan insinyur-insinyur mereka (yang membuat roket itu) namun karena modifikasi lanjutan yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika sendiri.
"Kami tidak mungkin membahas lebih detail seputar konstruksi dari roket tersebut dan kejadian saat pada sistem saat peluncuran (kemarin), karena hal itu masuk ranah ilmuwan Amerika. Tetapi, penting untuk dicatat bila saat peluncuran kemarin, mesin tahap awal AJ-26, yang asalnya merupakan modifikasi dari mesin Nk-33, berfungsi dengan normal," ujar Kuznetsov.
Melalui media di Rusia, Kuznetsov juga mengungkapkan bila pihaknya telah memberi beberapa saran pada ilmuwan Amerika, namun mereka tidak secara langsung turun tangan untuk membantu proses modifikasi.
Terkaitnya Kuznetsov terhadap bencana yang menghanguskan sekitar 2 ton lebih suplai untuk stasiun luar angkasa ISS tersebut berawal dari pernyataan 'kontroversial' dari Orbital Sciences, perusahaan pembuat roket Antares. Orbital mengatakan bila mereka tidak akan menggunakan roket bekas Rusia lagi di peluncuran yang akan datang.
"Kemungkinan besar kami akan mempercepat proyek pergantian roket AJ-26 yang kemarin berujung pada kegagalan," ujar David Thompson, chairman dari Orbital.
Petir atau disebut kilat atau juga bisa disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk dalam bahasa Jawa. Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara? Ini terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya.
Untuk pemahaman yang lebih mudah, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.
Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pemgbuangan muatan negatif atau disebut elektron. Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati.